Dari Terabaikan ke Berkelas, Museum Sulut Bangkit di Tangan Pemprov

Berita
11521981-0f5f-4c73-bbf2-f11c6990da45.jpeg

Manado,— Yang dulu nyaris ditinggalkan, kini berdiri dengan wibawa baru. Museum Negeri Provinsi Sulawesi Utara bangkit—bukan sekadar diperbaiki, tetapi diangkat menjadi simbol kebangkitan peradaban daerah.

Selama hampir 40 tahun, museum ini berjalan tanpa sentuhan berarti. Kondisinya memprihatinkan, bahkan sempat mendapat catatan keras dari pemerintah pusat: layak direhabilitasi total, atau dipindahkan.

Titik balik itu datang ketika Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus mengambil langkah tegas. Bukan tambal sulam, melainkan revitalisasi total dengan anggaran lebih dari Rp14 miliar—dituntaskan tepat waktu pada Desember 2025.

Hasilnya kini nyata. Wajah museum berubah drastis: lebih modern, lebih layak, dan lebih berkelas. Namun kekuatan utama tidak berhenti di bangunan.

Pemprov Sulut membongkar cara lama pengelolaan museum. Koleksi-koleksi bersejarah tidak lagi sekadar dipajang, tetapi dikonservasi, dikurasi, dan dikelompokkan secara tematik. Narasi pameran disusun ulang—tajam, edukatif, dan disajikan dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris. Museum ini kini “berbicara”. Tidak lagi diam.

Pengunjung tidak hanya melihat benda, tetapi memahami cerita, perjalanan sejarah, dan identitas Sulawesi Utara secara utuh.

Dari sisi struktur, bangunan juga dipastikan aman dan kokoh. Hasil pemeriksaan pascagempa menunjukkan tidak ada kerusakan struktural, hanya penyempurnaan minor dalam masa pemeliharaan.

Langkah besar ini akan mencapai puncaknya pada 12 Mei 2026, saat peresmian yang direncanakan dihadiri Menteri Kebudayaan Republik Indonesia—menandai bahwa kebangkitan ini bukan hanya penting bagi Sulawesi Utara, tetapi juga dalam lanskap kebudayaan nasional.

Revitalisasi ini mengirim pesan jelas: pemerintah hadir, bekerja, dan menuntaskan.

Di bawah kepemimpinan Gubernur Yulius Selvanus dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay, pembangunan tidak lagi sekadar soal fisik dan angka. Ini tentang mengembalikan kehormatan sejarah, memperkuat identitas, dan memastikan warisan budaya tidak hilang ditelan zaman.

Museum Negeri Sulawesi Utara kini bukan lagi ruang sunyi yang terlupakan. Ia telah menjadi panggung baru—tempat sejarah hidup, dan masa depan dirancang.

Dipublikasikan oleh Disdukcapilkb Sulawesi Utara