Inovasi Dukcapil Sulut Diuji Ketat, Tekankan Dampak Nyata bagi Masyarakat







Manado,— Penilaian inovasi pelayanan administrasi kependudukan (Dukcapil) kabupaten/kota se-Sulawesi Utara memasuki hari ketiga, Senin (6/4/2026), dengan fokus pada satu hal utama: sejauh mana inovasi mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Sejumlah daerah menampilkan terobosan layanan yang dirancang untuk menjawab tantangan pelayanan publik di wilayah masing-masing. Kabupaten Kepulauan Sangihe mempresentasikan inovasi Simpel Momen (Sistem Informasi Pelayanan dan Monitoring Dokumen) yang menekankan penguatan sistem pemantauan layanan. Sementara itu, Kabupaten Kepulauan Talaud menghadirkan Si Hawe (Sistem Informasi Hebat Warga Elektronik) yang memanfaatkan pendekatan digital untuk memperluas jangkauan layanan di wilayah kepulauan. Adapun Kota Manado mengusung Capil PDKT (Pelayanan Lebih Dekat Ke Masyarakat) dengan strategi pelayanan jemput bola.
Ketiga inovasi tersebut dipaparkan langsung oleh kepala dinas masing-masing di hadapan tim penilai yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, pengawas pelayanan publik, serta unsur strategis lainnya. Tim penilai melibatkan Kepala Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Kepala Perwakilan Ombudsman Sulawesi Utara, Kepala Biro Organisasi Setda Provinsi Sulawesi Utara, serta Staf Khusus Gubernur Bidang Kependudukan.
Proses penilaian berlangsung dengan pendekatan komprehensif, tidak hanya menilai aspek kebaruan, tetapi juga menitikberatkan pada dampak yang terukur, keberlanjutan program, serta potensi replikasi di daerah lain.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mendorong agar inovasi pelayanan publik tidak berhenti pada tataran konsep, melainkan mampu menghadirkan solusi konkret terhadap permasalahan pelayanan administrasi kependudukan. Hal ini sejalan dengan upaya memperkuat kualitas pelayanan publik yang lebih responsif, efektif, dan inklusif.
Melalui proses seleksi ini, diharapkan akan teridentifikasi inovasi-inovasi unggulan yang tidak hanya berdampak di tingkat daerah, tetapi juga berpeluang mewakili Sulawesi Utara pada ajang nasional seperti Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik dan Innovative Government Award.
Dengan penilaian yang semakin ketat, inovasi yang terpilih diharapkan benar-benar mencerminkan transformasi pelayanan publik yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.