Lansia Bukan Beban, Tapi Kekuatan Sekolah Lansia PWRI Sulut Tegaskan Peran Strategis

Berita
IMG_7176.jpeg

Manado,— Paradigma tentang lanjut usia kembali ditegaskan: bukan kelompok yang bergantung, melainkan kekuatan sosial yang mampu mendorong pembangunan. Gagasan ini mengemuka dalam Pembelajaran Ketujuh Sekolah Lansia Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Provinsi Sulawesi Utara yang digelar pada Kamis (30/4/2026).

Bertempat di ruang rapat Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana Daerah Provinsi Sulawesi Utara, kegiatan ini mengangkat tema “Lansia Berdaya, Pembangunan Berkelanjutan.”

Hadir sebagai narasumber, Drs. Ferdinand E.M. Mewengkang, MM, yang menekankan bahwa lansia memiliki posisi strategis dalam menjaga kesinambungan nilai, pengalaman, dan stabilitas sosial di tengah dinamika pembangunan.

Menurutnya, pembangunan berkelanjutan tidak hanya bertumpu pada generasi muda, tetapi juga membutuhkan kontribusi lansia sebagai penjaga kearifan, penguat karakter keluarga, serta penghubung antargenerasi.

“Ketika lansia tetap aktif dan diberdayakan, maka pembangunan tidak hanya berjalan, tetapi juga berakar kuat pada nilai dan pengalaman,” ujarnya.

Suasana pembelajaran berlangsung dinamis, dengan peserta didorong untuk melihat kembali potensi diri sebagai individu yang tetap produktif dan relevan. Diskusi juga menyoroti pentingnya menciptakan lingkungan yang mendukung lansia agar tetap mandiri dan berdaya.

Melalui pembelajaran ini, Sekolah Lansia PWRI Sulawesi Utara tidak sekadar menjadi ruang edukasi, tetapi juga arena perubahan cara pandang—bahwa lansia adalah bagian penting dari solusi pembangunan, bukan sekadar objek kebijakan.

Dipublikasikan oleh Disdukcapilkb Sulawesi Utara