Sekolah Lansia PWRI Sulut Dorong Budaya Menua Sehat dan Tetap Produktif

Berita
1.jpg
2.jpg
3.jpg
4.jpg

Manado,— Penuaan tidak identik dengan keterbatasan. Lansia justru didorong tetap sehat, aktif, dan berdaya dalam kehidupan sosial. Gagasan itu menjadi benang merah dalam Pembelajaran Tatap Muka Kedelapan Sekolah Lansia Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Provinsi Sulawesi Utara yang digelar di Aula Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Kamis (7/5/2026).

Kegiatan tersebut menghadirkan Dra. Roosje Kalangi, M.Si dengan materi bertajuk “Konsep Menua Sehat dan Aktif.”

Dalam pemaparannya, Roosje menegaskan bahwa kualitas hidup lansia tidak hanya ditentukan oleh kondisi fisik, tetapi juga oleh kemampuan menjaga semangat hidup, hubungan sosial, dan aktivitas yang produktif.

Menurutnya, pola hidup sehat, aktivitas fisik yang teratur, serta keterlibatan dalam lingkungan sosial menjadi fondasi penting agar lansia tetap mandiri dan percaya diri di usia lanjut.

“Menua adalah proses kehidupan yang pasti dialami setiap orang. Karena itu, yang perlu dipersiapkan bukan hanya usia panjang, tetapi bagaimana tetap sehat, aktif, dan bermakna,” ujarnya.

Suasana pembelajaran berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Para peserta tidak hanya mengikuti materi, tetapi juga berbagi pengalaman mengenai tantangan menjaga kesehatan dan aktivitas di usia lanjut.

Melalui pembelajaran ini, Sekolah Lansia PWRI Sulawesi Utara terus membangun kesadaran bahwa lansia bukan sekadar kelompok penerima layanan sosial, melainkan bagian penting dari masyarakat yang tetap memiliki potensi, pengalaman, dan kontribusi dalam pembangunan.

Dipublikasikan oleh Disdukcapilkb Sulawesi Utara