Sulut Perkuat Perlindungan PMI, Gubernur Yulius Selvanus Teken Kerja Sama dengan Menteri P2MI

Berita
0288a4bb-c7c9-4519-8ce0-5c0b56d0ec20.jpeg
b1e7b1bc-bc09-40fa-89ac-a2d74360d3c7.jpeg
694859b3-a78b-4e2a-9b7a-40d0cb29065e.jpeg
d75827f8-ff3f-424d-826c-ccd23b480675.jpeg

Manado,- Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menegaskan komitmen memperkuat perlindungan dan peningkatan kualitas Pekerja Migran Indonesia (PMI) melalui penandatanganan Nota Kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama dengan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Muktharudin, di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, menyebut momentum tersebut sebagai langkah penting dalam memastikan tata kelola penempatan pekerja migran yang lebih baik dan berkelanjutan.

“Penandatanganan ini menegaskan komitmen kuat Pemerintah Provinsi dalam melindungi dan meningkatkan kualitas pekerja migran asal Sulawesi Utara,” ujar Gubernur Yulius.

Ia menegaskan, pekerja migran tidak semata dipandang sebagai tenaga kerja, melainkan sebagai representasi daerah yang membawa kontribusi nyata bagi perekonomian keluarga dan pembangunan daerah.

“Pekerja migran adalah duta daerah yang membawa harapan dan kontribusi nyata bagi perekonomian keluarga dan daerah,” katanya.

Sulawesi Utara selama ini dikenal sebagai salah satu provinsi yang aktif mengirimkan tenaga kerja ke berbagai negara, termasuk Jepang. Karena itu, menurut Gubernur Yulius, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap warga yang bekerja ke luar negeri berangkat secara legal, memiliki kompetensi memadai, serta mendapatkan perlindungan menyeluruh.

Ia juga mengapresiasi kebijakan pemerintah pusat yang sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat perlindungan pekerja migran Indonesia.

“Melalui kerja sama ini, kita akan membangun tata kelola yang terintegrasi, efektif, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurut Gubernur, setiap calon pekerja migran akan dipersiapkan secara menyeluruh sebelum keberangkatan, mulai dari pembekalan keahlian, pendidikan, hingga pemeriksaan kesehatan dan penyediaan informasi yang memadai.

Dengan langkah tersebut, diharapkan para pekerja migran asal Sulawesi Utara memiliki daya saing yang lebih tinggi serta mampu menghindari berbagai risiko yang kerap dihadapi di negara tujuan.

Gubernur Yulius juga menyampaikan apresiasi kepada Menteri dan seluruh jajaran atas kerja sama yang terjalin, serta berharap implementasi kebijakan ini dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Kerja sama ini diharapkan tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh setiap keluarga yang mengirimkan anggota keluarganya bekerja di luar negeri,” kata Yulius.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berharap penguatan kerja sama ini dapat mendorong terwujudnya pekerja migran yang lebih terlindungi, profesional, dan sejahtera, sekaligus berkontribusi bagi pembangunan daerah.

Dipublikasikan oleh Disdukcapilkb Sulawesi Utara