Sulut Tampil di Forum Nasional, Ungkap Kunci Sukses BKB dan TAMASYA Berbasis Budaya

Berita
1.jpg
2.jpg
3.jpg
4.jpg

Manado,— Provinsi Sulawesi Utara kembali menunjukkan kiprahnya di tingkat nasional. Kepala Dinas Kependudukan, Pencatatan Sipil dan Keluarga Berencana Sulut dipercaya sebagai narasumber dalam kegiatan Bimbingan Teknis dan Pendampingan Program Pengasuhan Anak Usia Dini melalui Bina Keluarga Balita (BKB) dan Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA) yang diselenggarakan Direktorat Bina Ketahanan Keluarga Balita dan Anak Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN, Rabu (29/4/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan secara virtual ini diikuti oleh peserta dari berbagai daerah, antara lain provinsi di wilayah Sulawesi, Riau, dan Bangka Belitung, baik dari tingkat provinsi maupun kabupaten/kota yang menyelenggarakan urusan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.

Turut hadir pula para Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN dari Provinsi Sulawesi Utara, Riau, dan Bangka Belitung.

Dalam forum tersebut, Sulawesi Utara menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh kebijakan, tetapi oleh kemampuan menjangkau nilai dan struktur sosial masyarakat.

Pendekatan berbasis budaya lokal seperti mapalus serta pelibatan tokoh agama dan tokoh masyarakat dinilai menjadi kunci dalam meningkatkan partisipasi dan mendorong perubahan perilaku pengasuhan.

“Program akan efektif ketika diterima sebagai bagian dari kehidupan masyarakat. Di sinilah peran tokoh lokal menjadi sangat menentukan,” disampaikan dalam pemaparan tersebut.

Selain itu, berbagai praktik baik turut dibagikan, mulai dari integrasi BKB dengan Posyandu, pemanfaatan ruang komunitas, hingga penguatan peran kader sebagai ujung tombak edukasi keluarga.

Partisipasi Sulawesi Utara sebagai narasumber nasional menegaskan bahwa inovasi daerah mampu menjadi referensi dalam penguatan kebijakan dan implementasi program pembangunan keluarga di tingkat nasional.

Dipublikasikan oleh Disdukcapilkb Sulawesi Utara